Sabtu, 22 Oktober 2016
Senin, 17 Oktober 2016
Apakah dampaknya terlalu banyak mengonsumsi Kopi?
Memulai hari dengan secangkir kopi, telah menjadi kebiasaan sebagian besar penduduk Indonesia bahkan mungkin dunia. Di dalam negeri sendiri, konsumsi kopi telah menjadi gaya hidup. Banyak kafe-kafe yang secara khusus menyajikan kopi sebagai "hidangan" andalannya. Sebetulnya Banyak manfaat kopi Bagi Kesehtan tubuh tapi Sayangnya, seringkali penggemar kopi juga memiliki gaya hidup kurang sehat seperti merokok, lebih sering begadang sehingga tubuh kurang istirahat yang kesemuanya ini justru merugikan kesehatan diri.Apapun jika berlebih tidak akan baik bagi tubuh kita, itu juga berlaku untuk kopi yang kita kusumsi. Kafein dalam kopi akan membuat jantung berdegup lebih keras dan tekanan darah meningkat. Selain itu, karena kafein bersifat diuretik (menyebabkan sering kencing), maka
Rabu, 21 September 2016
Kandungan gizi apakah yang terkandung dalam cabai?
Cabai mengandung vitamin C dan
betakaroten (provitamin A) masing-masing 84 mg dan 260 SI per 100 g. Kandungan
vitamin C ini lebih tinggi daripada buah-buahan seperti mangga, jeruk, dan
pepaya. Apalagi cabai jenis paprika merah yang mengandung kadar vitamin hingga
2 kali lipat dari jenis cabai lainnya. Hanya saja cabai tidak bisa dikonsumsi
sebanyak kita makan jeruk, karena rasa pedasnya yang sering membuat orang kapok
dan sekaligus ketagihan
Kandungan vitamin C yang tinggi pada
cabai, menyebabkan cabai termasuk pangan yang disebut kaya antioksidan.
Antioksidan ada yang berupa vitamin (vitamin C dan betakaroten), mineral
(selenium), dan ada pula yang berbentuk senyawa
Selasa, 20 September 2016
Panen cabe melimpah harga murah Akafarma PI-M punya solusinya
Membuat Cabe Bubuk
Begitu musim petik tiba, panen
melimpah. Imbasnya harga cabai terjun bebas hal ini lumrah terjadi Tanaman cabe merupakan salah satu tanaman tropis yang mudah tumbuh
di Indonesia sehingga ketersediaannya cukup melimpah. Cabe dikenal sebagai
salah satu komoditas sayuran buah yang sangat digemari oleh masyarakat
Indonesia. Cabe digunakan sebagai bumbu sayuran atau campuran makanan lainnya
yang dapat memberikan rasa pedas, sehingga makanan menjadi lebih sedap dan
nikmat. Selain itu cabe banyak mengandung vitamin A dan C yang dibutuhkan bagi
pertumbuhan tubuh. Cabe juga mengandung capsaicin yang dapat memberikan rasa
pedas dan hangat. Capsaicin banyak terdapat pada biji cabe dan pada plasenta,
yaitu kulit cabe bagian dalam yang berwarna putih tempat melekatnya biji.
Cabe
merupakan komoditas yang sangat bergantung pada cuaca dan iklim. Pada saat
cuaca kurang mendukung, hasil panen akan
berkurang yang mengakibatkan stok di pasaran terbatas untuk dapat memenuhi
kebutuhan masyarakat yang tinggi. Pada akhirnya harga cabe pun akan melambung
tinggi. Namun ada kalanya ketersediaan cabe melimpah di pasaran. Cabe mempunyai
masa simpan yang relatif pendek dan tidak akan
Minggu, 18 September 2016
TRANSFOODMATION 2017 (LOMBA PENULISAN ARTIKEL TINGKAT SMA Sederajat SE-JAWA TIMUR)
Lomba penulisan artikel dengan tema, “Festival Cipta, Kreasi dan Inovasi Pangan Berbasis Bahan Baku Lokal Karya Cipta Anak Bangsa” merupakan
lomba penulisan artikel yang bertujuan untuk menambah produk pangan
yang beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) dengan mengunggulkan
potensi daerah yaitu pangan yang berasal dari bahan baku lokal. Lomba
penulisan artikel ini diselenggarakan oleh Akademi Analis Farmasi dan
Makanan (AKAFARMA) Putra Indonesia Malang. Karya cipta hasil penulisan
artikel ini diharapkan mampu menjadi jawaban tentang pemanfaatan potensi
daerah berupa pangan berbasis bahan baku lokal sehingga meningkatkan
nilai ekonomi produk, terbukanya lapangan kerja, menjadi alternatif
makanan sehat bergizi, serta mendukung program pemerintah terkait
ketahanan pangan nasional.
TEMA LOMBA
“Festival Cipta, Kreasi dan Inovasi Pangan Berbasis Bahan Baku Lokal Karya Cipta Anak Bangsa”
JUKNIS LOMBA:
PENDAFTARAN :
GRATIS
HADIAH :
Juara 1 : Rp. 1.250.000,- dan Thropy
Juara 2 : Rp. 1.000.000,- dan Thropy
Juara 3 : Rp. 750.000,- dan Thropy
TEMA LOMBA
“Festival Cipta, Kreasi dan Inovasi Pangan Berbasis Bahan Baku Lokal Karya Cipta Anak Bangsa”
JUKNIS LOMBA:
PENDAFTARAN :
GRATIS
![]() |
| TRANSFOODMATION 2017 |
Juara 1 : Rp. 1.250.000,- dan Thropy
Juara 2 : Rp. 1.000.000,- dan Thropy
Juara 3 : Rp. 750.000,- dan Thropy
Makanan Berformalin masalah yang terus Berulang
Sebenarnya kasus
penggunaan formalin pada tahu, ikan asin, mie basah, ikan laut segar, daging
ayam segar hingga bakso, bukanlah berita baru, tetapi selalu berulang setiap
tahun. Ketika berbagai media heboh memberitakan hal tersebut, biasanya konsumen
akan ramai-ramai berhenti membeli dan mengosumsi makanan tersebut. Namun
biasanya hal itu hanya terjadi sesaat. Setelah berita mulai reda, maka produsen
akan kembali ke kebiasaannya yang lama, yaitu menggunakan formalin lagi.
Konsumen pun tanpa curiga kembali membeli dan mengkonsumsi produk berformalin.
Beberapa alasan mengapa
pengusaha senang menggunakan formalin. Penggunaan formalin pada tahu, mie
basah, dan ikan asin jenis cumi-cumi misalnya, tidak hanya mampu mencegah
kebusukan, tapi juga mampu mengawetkan dalam waktu lama, serta membuat tekstur
bahan pangan lebih kenyal. Juga membuat ayam dan ikan segar nampak lebih
bersih, putih dan berisi. Konsumen sendiri turut mendorong produsen menggunakan
formalin, karena umumnya konsumen menginginkan tahu yang keras dan kenyal, mie
yang kenyal,
Kamis, 15 September 2016
Beberapa Jenis Mikroba Pencemar Bahan Makanan
Listeria monocytogenes
Listeria
monocytogenes dapat:
• mencemari pangan segar
seperti sayuran mentah, buah segar, daging mentah, unggas mentah, ikan mentah,
susu murni, dan lain sebagainya.
• menyebabkan
keguguran pada wanita hamil dan meningitis (radang selaput otak)
pada bayi yang baru lahir serta
immunocompromised (gangguan pada sistem kekebalan tubuh) pada orang
dewasa.
Tips untuk meminimalkan risiko:
Cuci buah dan sayuran yang dikonsumsi langsung dengan air matang.
Jika bahan pangan mentah bersumber dari hewani seperti daging,
unggas dan hasil laut
lakukan pemasakan sampai benar-benar matang (suhu internal
pemasakan mencapai
70-850C).
2. Staphyloccocus aureus
Staphyloccocus
aureus merupakan:
• bakteri indikator keamanan
pada susu dan produk susu, seperti susu pasteurisasi, yoghurt, unggas, ikan,
kerang, daging dan produk daging, telur dan produk telur, sayuran, dan pangan
matang.
•
menimbulkan gejala penyakit seperti mual,
muntah,
kejang perut, dan diare.
• mati dengan pemasakan
sempurna (70oC).
• umumnya hidup di kulit
manusia dan hewan.
Tips untuk meminimalkan risiko:
Hindari kontak langsung dengan pangan matang.
Gunakan alat seperti sendok, penjepit dan garpu apabila mengambil
pangan matang
3. Salmonella sp
Salmonella
sp dapat
mencemari telur, daging, ikan, susu, es krim, kelapa kering, salad kentang,
permen cokelat dan ditemukan pada air yang terkontaminasi dengan kotoran
manusia yang terinfeksi.
*Gejala yang
ditimbulkan oleh mikroba patogen ini adalah diare berair, sembelit, demam,
sakit
perut, pusing, mual, lesu.
4. Virus Hepatitis A
Virus
Hepatitis A dapat mecemari pangan yang kurang matang, menular melalui
makanan dan minuman yang
tercemar VHA atau melalui tinja.
• Personal hygiene yang buruk merupakan faktor utama penyebaran
virus ini.
• Gejala yang
ditimbulkan oleh mikroba ini antara lain muntah, diare, kulit dan mata
kuning (jaundice), demam, dan
sakit perut.
• Virus ini
menyebabkan radang pada lambung dan gangguan kesehatan, terutama pada hati dan
ginjal.
Tips untuk mengurangi risiko:
Lakukan praktek keamanan pangan yang baik.
Masak pangan dengan suhu > 70oC.
Simpan bahan pangan pada suhu < 4oC.
5. Bacillus cereus
Bacillus
cereus dapat mencemari pangan yang tersisa seperti nasi goreng.
• Penyebaran
bakteri ini terutama karena terjadi penyebaran spora dalam jumlah
besar pada pangan yang telah
dimasak. Spora akan bergerminasi (tumbuh) bila proses pendinginannya
berlangsung dengan lambat.
• Gejala
awal yang ditimbulkan oleh mikroba ini adalah mual dan muntah. Pada kasus
enterotoksin terjadi sakit perut, diare berair, dan kram perut 4-16 jam setelah
mengonsumsi pangan yang
terkontaminasi.
• Sakit akibat
mikroba ini akan berlangsung selama 12-24 jam hingga beberapa hari, tetapi
jarang berakibat fatal.
Tips untuk meminimalkan risiko:
Segera konsumsi pangan matang dan jika ada sisa simpan pangan
dalam kondisi panas (di
atas 60°C) atau dingin (di bawah 5°C).
Jika hendak dikonsumsi kembali panaskan ulang pangan pada suhu
internal di atas 74°C
6 . Campylobacter jejuni
Campylobacter
jejuni dapat mencemari daging unggas khususnya ayam.
• Data menunjukkan 98% bakteri Campylobacter jejuni ditemukan pada karkas ayam.
• Gejala yang ditimbulkan oleh
mikroba patogen ini adalah demam, sakit perut, mual, sakit kepala, sakit pada
otot, dan diare yang mungkin berair atau lengket dan dapat mengandung darah.
Tips untuk meminimalkan risiko:
Simpan bahan pangan hewani pada suhu di bawah 5oC.
Untuk pemanasan kembali hanya boleh dilakukan satu kali sampai
suhu 85oC
Langganan:
Postingan (Atom)




