Senin, 07 November 2016

Dampingan Akafarma Malang Kampung Organik Belanegara Lesanpuro Lolos 10 besar Lomba Kampung Tematik 2016



Lomba Kampung Tematik 2016 merupakan Festival Rancang Malang adalah sebuah kegiatan kompetisi perancangan kawasan yang dilakukan secara partisipatif oleh masyarakat, dibantu tim pendamping dari perguruan tinggi untuk mendorong lahirnya kampung tematik khas Kota Malang. 

Dampingan Akafarma Malang Kampung Organik Belanegara Lesanpuro Lolos 10 besar Lomba Kampung Tematik 2016
10 Nominsi Finalis Lomba Kampung Tematik 2016 Kota Malang
Setelah melalui proses panjang  Dari 65 dokumen yang masuk telah terseleksi menjadi 30 dokumen perancangan oleh para juri. Dan akhirnya, juri memilih menjadi 10 yang berhak masuk final . 

Dari 10 Nominasi itu salah satu dampingan Akafarma Putra Indonesia Malang "Kampung Organik Belanegara" Lesanpuro Lolos untuk masuk 10 nominator yang akan di presentasikan secara langsung pada hari sabtu 12 November 2016 di Ruang Sidang Balai Kota Malang.

Pendapingan Oleh Kampus Akafarma Malang ini merupakan salah satu bentuk pengabdian pengetahuan bagi masyarakat dan Menjadi kontributor mewujudkan kampung-kampung tematik di Kota Malang

Senin, 17 Oktober 2016

Apakah dampaknya terlalu banyak mengonsumsi Kopi?

Memulai hari dengan secangkir kopi, telah menjadi kebiasaan sebagian besar penduduk Indonesia bahkan mungkin dunia. Di dalam negeri sendiri, konsumsi kopi telah menjadi gaya hidup. Banyak kafe-kafe yang secara khusus menyajikan kopi sebagai "hidangan" andalannya. Sebetulnya Banyak manfaat kopi Bagi Kesehtan tubuh tapi Sayangnya, seringkali penggemar kopi juga memiliki gaya hidup kurang sehat seperti merokok, lebih sering begadang sehingga tubuh kurang istirahat yang kesemuanya ini justru merugikan kesehatan diri.

Apapun jika berlebih tidak akan baik bagi tubuh kita, itu juga berlaku untuk kopi yang kita kusumsi. Kafein dalam kopi akan membuat jantung berdegup lebih keras dan tekanan darah meningkat. Selain itu, karena kafein bersifat diuretik (menyebabkan sering kencing), maka

Rabu, 21 September 2016

Kandungan gizi apakah yang terkandung dalam cabai?



Cabai mengandung vitamin C dan betakaroten (provitamin A) masing-masing 84 mg dan 260 SI per 100 g. Kandungan vitamin C ini lebih tinggi daripada buah-buahan seperti mangga, jeruk, dan pepaya. Apalagi cabai jenis paprika merah yang mengandung kadar vitamin hingga 2 kali lipat dari jenis cabai lainnya. Hanya saja cabai tidak bisa dikonsumsi sebanyak kita makan jeruk, karena rasa pedasnya yang sering membuat orang kapok dan sekaligus ketagihan


Kandungan vitamin C yang tinggi pada cabai, menyebabkan cabai termasuk pangan yang disebut kaya antioksidan. Antioksidan ada yang berupa vitamin (vitamin C dan betakaroten), mineral (selenium), dan ada pula yang berbentuk senyawa

Selasa, 20 September 2016

Panen cabe melimpah harga murah Akafarma PI-M punya solusinya



Membuat Cabe Bubuk


Begitu musim petik tiba, panen melimpah. Imbasnya harga cabai terjun bebas hal ini lumrah terjadi Tanaman cabe merupakan salah satu tanaman tropis yang mudah tumbuh di Indonesia sehingga ketersediaannya cukup melimpah. Cabe dikenal sebagai salah satu komoditas sayuran buah yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Cabe digunakan sebagai bumbu sayuran atau campuran makanan lainnya yang dapat memberikan rasa pedas, sehingga makanan menjadi lebih sedap dan nikmat. Selain itu cabe banyak mengandung vitamin A dan C yang dibutuhkan bagi pertumbuhan tubuh. Cabe juga mengandung capsaicin yang dapat memberikan rasa pedas dan hangat. Capsaicin banyak terdapat pada biji cabe dan pada plasenta, yaitu kulit cabe bagian dalam yang berwarna putih tempat melekatnya biji.


Cabe merupakan komoditas yang sangat bergantung pada cuaca dan iklim. Pada saat cuaca kurang  mendukung, hasil panen akan berkurang yang mengakibatkan stok di pasaran terbatas untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggi. Pada akhirnya harga cabe pun akan melambung tinggi. Namun ada kalanya ketersediaan cabe melimpah di pasaran. Cabe mempunyai masa simpan yang relatif pendek dan tidak akan

Minggu, 18 September 2016

TRANSFOODMATION 2017 (LOMBA PENULISAN ARTIKEL TINGKAT SMA Sederajat SE-JAWA TIMUR)

Lomba penulisan artikel dengan tema, Festival Cipta, Kreasi dan Inovasi Pangan Berbasis Bahan Baku Lokal Karya Cipta Anak Bangsa” merupakan lomba penulisan artikel yang bertujuan untuk menambah produk pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) dengan mengunggulkan potensi daerah yaitu pangan yang berasal dari bahan baku lokal. Lomba penulisan artikel ini diselenggarakan oleh Akademi Analis Farmasi dan Makanan (AKAFARMA) Putra Indonesia Malang. Karya cipta hasil penulisan artikel ini diharapkan mampu menjadi jawaban tentang pemanfaatan potensi daerah berupa pangan berbasis bahan baku lokal sehingga meningkatkan nilai ekonomi produk, terbukanya lapangan kerja, menjadi alternatif makanan sehat bergizi, serta mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan nasional.
TEMA LOMBA
“Festival Cipta, Kreasi dan Inovasi Pangan Berbasis Bahan Baku Lokal Karya Cipta Anak Bangsa”
JUKNIS LOMBA:


  

PENDAFTARAN :
 GRATIS

TRANSFOODMATION 2017
TRANSFOODMATION 2017
HADIAH :
Juara 1 : Rp. 1.250.000,- dan Thropy
Juara 2 : Rp. 1.000.000,- dan Thropy
Juara 3 : Rp. 750.000,- dan Thropy

Makanan Berformalin masalah yang terus Berulang



Sebenarnya kasus penggunaan formalin pada tahu, ikan asin, mie basah, ikan laut segar, daging ayam segar hingga bakso, bukanlah berita baru, tetapi selalu berulang setiap tahun. Ketika berbagai media heboh memberitakan hal tersebut, biasanya konsumen akan ramai-ramai berhenti membeli dan mengosumsi makanan tersebut. Namun biasanya hal itu hanya terjadi sesaat. Setelah berita mulai reda, maka produsen akan kembali ke kebiasaannya yang lama, yaitu menggunakan formalin lagi. Konsumen pun tanpa curiga kembali membeli dan mengkonsumsi produk berformalin.

Makanan Berformalin masalah yang terus Berulang

Beberapa alasan mengapa pengusaha senang menggunakan formalin. Penggunaan formalin pada tahu, mie basah, dan ikan asin jenis cumi-cumi misalnya, tidak hanya mampu mencegah kebusukan, tapi juga mampu mengawetkan dalam waktu lama, serta membuat tekstur bahan pangan lebih kenyal. Juga membuat ayam dan ikan segar nampak lebih bersih, putih dan berisi. Konsumen sendiri turut mendorong produsen menggunakan formalin, karena umumnya konsumen menginginkan tahu yang keras dan kenyal, mie yang kenyal,